Minggu (25/07/2010) NGUPING – Terharu mendengar kisah seorang tamu di rumah. Pintu kamarku sedikit terbuka dan terdengar suara seorang cowok yang sedang menelpon kekasihnya. Kebetulan saya baru saja selesai menulis draft tentang NPWP untuk Pegawai dan Mahasiswa.
Mengutip dari kisahnya: “”
Cowok: Halooo…!!!
Cewek: …??
Cowok: Aku Rindu
Cewek: …??
Cowok:
Aku sering menangis jika mengingat kamu, masa – masa yang pernah kita lalui bersama. Ku sangat bahagia karena ku sayang kamu. Hari – hariku begitu berat, walau hatiku menangis bibirku tetap tersenyum mencoba menghibur diri dengan apa yang ku alami.
Aku menikah dengannya, bukan karena ku mencintainya, itu terjadi karena kehendak kedua orang tuaku. Aku jadi korban perjodohan, korban dari ke egoisan kedua orang tuaku.
Sebelum menikah aku berkata dengan calon istriku, “kau akan mendapatkan diriku tapi tidak dengan cinta dan sayangku”.
Pernikahanku yang tanpa cinta sangatlah perih, hatiku tersiksa seakan ingin teriak. Mengapa yang kuasa memberikan cobaan ini, sangat berat bagiku. Begitu sakit ketika ku melihat pasangan yang begitu bahagia. Sampai seringku berandai-andai, Seandainya ku menikah denganmu pasti aku dan kita sayang bahagia.
Aku sangat Sayang dan Cinta Kamu dan kamu pun tahu itu.
Ku ingin kamu.
Betapa sangat tidak kuharapkan pernikahan itu, Sewaktu hari pernikahan aku hanya bermain bola bersama teman – teman. Sampai kedua orang tua dan keluarga kelabakan mencari.
Baru aku rasakan ketenangan dan kebahagiaan jika ku dekat dan bercerita denganmu. Jangan Menangis.
“I Love You”
Hening sejenak, lalu kemudia terdengar suara “tante pamit dulu”.
No related posts.
ini kisah nyata?, waduh…masih ada saja zaman siti nurbaya di zaman ini, tetaplah sabar bro, seperti kata buyutku kalau cinta itu adalah misteri, jadi tetaplah selami cinta dengan warnanya.
)
Salam damai ya…and keep smile…:)
Yup ini kisah nyata.
Percaya atau tidak sich, masalah tersebut memang masih ada.
eh.. thanks kunjungannya.